Gunung Ranti merupakan salah satu puncak di kawasan Pegunungan Ijen dengan ketinggian mencapai 2.601 Mdpl letaknya nya pun berdekatan dengan gunung ijenyang berada di perbatasan Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi. Pembukaan gunung ranti untuk kegiatan pendakian terbilang cukup baru dibandingkan gunung ijen yaitu sekitar tahun 2017. Pemandangan Puncak Gunung Ranti Banyuwangi tak kalah indah dengan kawah Ijen karena menyuguhkan pemandangan sunrise dengan lautan awan selain itu dapat melihat pemandangan kota banyuwangi dari puncak. Hal itu lah yang membuat saya dan teman saya mencoba untuk mendaki ke puncak Gunung Ranti. Karena tujuan saya mendaki ke sana ingin melihat sunrise dan lautan awan, saya pun merencanakan waktu yang dipilih agar dapatmelihat sunrise. Saya dan teman saya yang bernama zaki bersepakat berangkat dari rumah sehabis Isya’ dari kediaman rumah zaki yang berada di desa jajag tetapi karena kondisi waktu itu hujan kami pun agak terlambat untuk berangkat karena menunggu hujan reda. Selagi menunggu hujan reda kami pun menyiapkan dan mengecek kembali peralatan dan bekal untuk menunjang proses pendakian agar tidak ketinggalan. Sehabis hujan reda sekitar pukul 8 malam kami pun berangkat dari desa jajag berboncengan menggunakan sepeda motor.
Memasuki kota Banyuwangi kami mengalami kendala yaitu hujan deras yang tiba-tiba datang hal itu menyebabkan kami menepi dari jalan untuk berteduh di sebuah masjid. Sembari beristirahat sejenak dengan meminum air dan untuk buang air kecil, karena hujan yang belum reda kami pun memulai lagi perjalanan dengan menggunakan mantel yang sudah disiapkan, maklum karena memang waktu itu musim hujan. Hujan yang deras ini mengiringi perjalanan kami sampai desa licin. Jalan yang menanjak ditambah dengan hujan yang deras menyebabkan kami cukup kesulitan dalam mengendari sepeda motor hal ini disebabkan karena jarak pandang yang berkurang akibat hujan tersebut dan juga munculnya kabut. Kami pun mengendarai sepeda motor dengan lambat. Setelah 2 jam kurang lebih perjalanan kami sampai di tujuan pos paltuding untuk memarkir motor. Akibat dari hujan tersebut menyebabkan beberapa air masuk ke mantel kami dan menyebabkan beberapa bagian baju kami basah, hal ini mengakibatkan kami cukup kedinginan ditambah dengan suhu pegunungan yang sangat dingin. Setelah memarkir motor kami beristirahat di warung sekitar untuk memesan kopi dan memakan bekal, sembari meminum kopi tersebut kami mendekat di api unggun untuk menghangatkan tubuh dan mengeringkan bagian baju kami yang basah. Api unggu tersebut memang sudah disiapkan pemilik warung untuk pengunjung. Melihat jam yang sudah pukul 11 dan dirasa istirahat kami cukup kami pun bergegas untuk memulai pendakian gunung ranti. Karena kami merencanakan pendakian ini dapat ditempuh dengan waktu kurang lebih 4 jam dan dapat beristirahat di puncak sembari menunggu matahari terbit. Kami menuju basecamp gunung ranti untuk membeli tiket pendakian (karena pendakian yang sudah lama saya lupa harga tiket pada waktu itu berapa, tapi yang pasti tidak lebih dari Rp 50.000 J).
Setalah kami membeli tiket kami pun memulai pendakian tak lupa kami memanjatkan doa agar diberi kesalamatan oleh Allah SWT. Awal pendakian trek terbilang masih mudah jalur yang agak landai dengan tanjakan yang tidak terlalu curam. Sekitar 20 menit kami pun sampai pos 1, di pos tersebut kami menyempatkan untuk beristirahat. Setelah istirahat yang cukup kami melanjutkan pendakian. Mulai pos 1 ini pendakian terbilang cukup berat karena trek pendakian sangat curam dan menyebabkan kami lebih banyak berhenti untuk beristirahat. Terdapat 7 pos yang dilalui untuk menuju puncak. Dari banyaknya istirahat tersebut menyebabkan pendakian kami mengalami keterlambatan dari waktu yang sudah direncanakan dari 4 jam mejadi 5 jam lebih. Kami pun tiba di puncak pukul 4.30 pagi dan ternyata sudah ada para pendaki yang sebelumnya sudah sampai terlebih dahulu mereka menginap di puncak dengan mendirikan tenda. Setibanya tak lupa kami mendirikan sholat subuh terlebih dahulu. Setelah sholat selesai kami pun bergegas mencari tempat yang tepat untuk melihat matahari terbit. Akhirnya perjalanan yang melelahkan ini terbayarkan kami dapat melihat matahari terbit dan lautan awan yang indah serta pemandagan desa yang indah dan tentram di sekitar kota banyuwangi. Tak lupa kami mengambil beberapa foto sebagai kenangan untuk diingat di masa depan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar